Sewa alat Multimedia untuk event Tahun Baru anda

Sewa alat Multimedia untuk event Tahun Baru anda

banner web tahun baru copy

Anda ingin tahun baru anda meriah??
Entah itu acara Nobar, atau lainnya..

Anda harus punya alat multimedia untuk memeriahkan acara tahun baru anda..
Telepon kami,.! Kami siap antar peralatan kami ke tempat anda,,
Kami (Mastersewa) adalah jasa persewaan peralatan Multimedia seperti:
-Laptop
-Komputer
-TV Plasma
-LCD Proyektor
-Screen
“KAMI MELAYANI DI SELURUH INDONESIA”
Kami “BANTING HARGA” untuk akhir tahun ini,..!
Ketentuan:
-Laptop Core2duo
-Minimal masa sewa 1 minggu
-Minimal sewa 20 unit
-Harga 65 rb/ unit
PROMO BERLAKU SAMPAI DENGAN JANUARI.!
Hubungki kami:
Zakiya 081234363563
Imam 081259352888
Atau datangi kantor kami
(PT.Karunia Mandiri Consultant)
Jl.Kedung Asem 47 Rungkut Surabaya..

Sewa Laptop dan Komputer untuk UN CBT (Online)

Sewa Laptop dan Komputer untuk UN CBT (Online)

banner web copy

Anda kebingungan mencari laptop untuk UN Online??
Anda ingin beli tapi tidak punya uang banyak?
Tidak usah khawatir..! Segera telepon kami..!
Kami memberikan “Harga Khusus” untuk anda..
Dengan ketentuan:
-Laptop Core2duo
-min. masa sewa 2 minggu
-Min. 20 unit
-Harga 650 rb / unit
-Sewa 14 hari,gratis 4 hari
-Jika sewa lebih 40 unit , harga spesial..
Laptop kami berkualitas bagus, sehingga tidak ada kendala dalam mengerjakan Ujian Nasional..
Kami akan kirim ke tempat anda (Gratis)…
CP:
Zakiya 081234363563
Imam 081259352888
Atau datangi kantor kami
(PT.Karunia Mandiri Consultant)
Jl.Kedung Asem 47 Rungkut Surabaya..

Biografi Sungha Jung




Seongha Jeong (정성하) (bahasa sehari-hari: Sungha Jung) (lahir 2 September 1996) adalah gitaris ajaib Korea Selatan yang telah meningkat menjadi ketenaran di YouTube dan situs lainnya, terutama melalui penonton Korea Selatan.
Seongha biasanya memakan waktu tiga hari untuk belajar dan berlatih lagu baru, dan video-rekam untuk meng-upload ke YouTube. Pemilihan genre Nya agak luas, saat ia belajar dan memainkan banyak lagu yang dimainkan pada gitar, sehingga akibatnya tersebar di berbagai genre.
Seongha telah memenangkan 13 penghargaan di YouTube, termasuk 6 "# 1" penghargaan. Juga di YouTube, Seongha memiliki 38 video dengan lebih dari satu juta tampilan. Video Seongha dengan pandangan yang paling adalah "Pirates Of The Caribbean", di 15671101 pandangan pada 2 April 2011.
Seongha telah menyusun 18 lagu pada Februari 2011, dua di antaranya ditampilkan di album debutnya, Perfect Blue.
Akhir-akhir ini, Seongha telah melakukan bersama-sama dengan Mr Big. [1] Ia saat ini sedang tur dengan Trace Bundy.

(google translate)Sungha Jung (Korea Selatan Lahir pada tanggal 2 September 1996)
Hi, aku Sungha Jung dari Korea Selatan.
Impian saya adalah menjadi gitaris fingerstyle profesional akustik.

Saya telah melihat ayah saya bermain gitar untuk sementara sebelum akhirnya melompat di atasnya sendiri tiga tahun lalu.

Saat ini, saya mengambil drum pelajaran dan pengajaran sendiri gitar fingerstyle.
Dulu aku tidak memiliki tab untuk musik yang saya bermain dalam video saya.
Aku hanya mendengarkan dan menjemput mereka langsung dari sumber suara dalam video yang tersedia di internet.
Namun, baru-baru ini, saya mulai bermain dengan tab asli setiap kali mereka yang tersedia untuk saya dengan milik penulis.
Gitar tua saya adalah custom made oleh Selma agar sesuai dengan ukuran tubuh saya, dan di atasnya, Thomas Leeb menulis "Terus grooving kepada teman saya."

Pada 1 Januari 2009 Lakewood bertindak sebagai sponsor untuk gitar saya resmi.
Saya sangat berterima kasih kepada orang-gitaris terkemuka yang memiliki pengaruh besar pada bermain gitar saya.
Saya akan terus mempelajarinya dan belajar lebih banyak tentang interpretasi musik dan berbagai teknik bermain.
Rutinitas praktek sehari-hari saya berlangsung selama satu hingga dua jam ketika sekolah terbuka, tapi saya bermain sampai tiga jam sehari selama waktu istirahat sekolah.
Biasanya diperlukan waktu saya dua sampai tiga hari untuk berlatih dan video tape sepotong baru, tetapi kadang-kadang sampai satu minggu untuk yang lebih sulit.

Terakhir, tetapi tentu tidak sedikit, saya banyak terima kasih kepada Ulli Bogershausen cukup untuk menjadi inspirasi musik saya.

Sungha Jung's Guitar 

Sungha Jung's guitar is made and sponsored by Lakewood (a German acoustic guitar manufacturer) from January 1, 2009. 

Model : Lakewood A48CP Custom
Its top is made of AAAA European Spruce and back & sides of Macassar Ebony.
It's one of the best models of Lakewood and the same configuration of Ulli Boegershausen's but custom-made for Sungha's body with A-body and 14-frets.

Sedikit sejarah tentang Gitarnya

Gitar Pertama 
Ketika ia berumur 9 tahun, dia membeli sebuah gitar klasik yang terbuat dari kayu lapis dengan uang saku sebagai gitar pertama. Itu adalah kayu lapis gitar benar-benar kasar dan harganya kurang dari $ 60. 
Rasanya seperti semacam mainan yang sulit untuk menyempurnakan. 
Anda dapat melihat lagu hanya bermain dengan gitar ini. 
Boy - Sungha Jung (27 Juni 2008) 

Gitar Kedua 
Ayahnya sangat terkejut dengan keterampilan yang luar biasa dengan gitar mainan-suka dan memutuskan untuk membeli yang lebih baik. Itu gitar kedua Sungha's - gitar salon, Cort Earth900. 
Meskipun itu adalah gitar berukuran kecil, ukuran masih menjadi masalah bagi Sungha sedikit. 
Ini tidak mudah bagi Sungha sedikit untuk bermain dengan gitar yang lebih besar daripada dia. Tapi dia mulai bermain serius dan banyak video direkam. 
'Akaskero', yang membuat dia untuk bertemu Thomas Leeb dan 'Blue Moon' dengan Tommy Emmanuel, adalah lagu yang dia bermain dengan gitar ini. 
Kedengarannya lebih baik dari gitar pertama, namun dia masih membutuhkan gitar yang lebih baik yang akan sesuai dengan baik. 
BTW, sulit untuk memutuskan untuk membuat gitar buatan tangan untuk anak 9-tahun-usia yang tumbuh dengan cepat dengan lebih $ 1,000. 
Namun, itu tidak mudah bagi ayah Sungha untuk mendapatkan dia gitar custom-made, karena akan mengorbankan ribuan dolar dan Sungha akan segera tumbuh keluar itu! 

Gitar Ketiga 
Ketika ayah Sungha adalah mencari gitar yang lebih baik, salah satu produsen gitar yang terkenal Korea "Selma" yang diusulkan untuk membuat gitar custom baginya. 
Selma disponsori dia berukuran kecil-combo "Semua Spruce" model, dan ini menjadi gitar ketiga Sungha's. 
Gitar ini juga diakui sebagai 'gitar-ditandatangani' oleh penggemar youtube nya. Cerita ini bahwa Thomas Leeb dan Sungha menjadi teman setelah Thomas menyaksikan bermain Sungha miliknya pengaturan dan mengundangnya untuk konsernya. Thomas Leeb wrote on ini gitar ketiga, "Terus Grooving, Untuk saya Teman, Thomas Leeb". 
Gitar ini segera menjadi mitra Sungha terbaik serta sahabat selama keterampilan tumbuh paling cepat. 

Gitar Keempat 
Setelah sponsor gitar Selma. perusahaan gitar Lakewood mulai sponsor Sungha dengan gitar mereka custom-made dari 2009. Ulli Boegershausen membantu untuk mendirikan sponsor ini. Saat ini, dia menggunakan gitar ini. 
Lakewood adalah produsen gitar terkemuka di Eropa dan Ulli Boegershausen dan Peter Finger menggunakan gitar dari perusahaan ini. 
Lakewood membuat gitar yang sangat khusus untuk Sungha yang cocok dia sempurna, dan membawa mereka hampir 4 bulan untuk menyelesaikan. 
Model ini 'Lakewood A48CP' dan atasnya terbuat dari pohon cemara Eropa dan belakang / sisi terbuat dari kayu hitam Macasaar. Spesifikasinya sama mentor - Ulli Boegershausn's. 
Ia memiliki kualitas tertinggi dan harga di-up line Lakewood's. 
Ini adalah salah satu kualitas tertinggi dan harga (€ 5.800) di Lakewood-up line. 
Sungha mencintai gitar ini begitu banyak dan mengobatinya sangat hati-hati sepanjang waktu. 
Plus, kasus gitarnya juga buatan tangan satu dan salah satu penggemarnya di AS memberinya sebagai hadiah. Sungha sangat berterima kasih atas semua orang yang membantunya dan Anda dapat merasakan hal itu melalui permainannya. 
Nikmati Lakewood suara dengan 'Song Lakewood' lagu ini

YouTube awards

#1 - Most Subscribed (All Time) - South Korea
#1 - Most Subscribed (All Time) - Musicians - South Korea
#1 - Most Viewed (This Week) - Musicians - South Korea
#1 - Most Viewed (This Month) - Musicians - South Korea
#1 - Most Viewed (All Time) - South Korea
#1 - Most Viewed (All Time) - Musicians - South Korea
#6 - Most Viewed (This Millenium) - South Korea
#6 - Most Viewed (This Month) - South Korea
#13 - Most Viewed (Today) - Musicians - Zimbabwe
#21 - Most Viewed (This Week) - Musicians
#25 - Most Subscribed (All Time) - Musicians
#54 - Most Viewed (All Time) - Musicians
#93 - Most Viewed (This Month) – Musicians



Biografi PAS Band



PAS dibentuk di kota Bandung pada awal 1991 dengan cara yang menggebrak. Musiknya sangat keras-menghamtam telinga cenderung kasar dan ada FUCKnya pula mirip musik Amerika periode awal 1990an. 

PAS bener-bener hadir tanpa modal apa-apa, kecuali sejumput cita-cita jadi musisi profesional. Seperti menggunakan kacamata kuda, empat pemusik itu sama sekali nggak pernah menggubris masukan sejumlah produser. Termasuk usul buat ganti nama, karena dianggap nggak komersil. 

Jatuh Bangun Pas Band 

Sekali waktu Yukie (yang waktu itu masih berambut gondrong) dan Bengbeng harus puas tiduran di bawah mobil Kijang sewaan, sekedar menghindari dari terik matahari Jakarta yang menyengat. Semangkok bakso murah yang rasanya nggak keruan cukuplah mengganjal perut mereka. Ihwal Trisno dan Richard berada diruang tamu sebuah perusahaan rekaman di kawasan Grogol, Jakarta Barat. Untuk menawarkan demo mini album. Tentu dengan perut yang juga nggak kalah ribut akibat menahan lapar. Berbagai penolakan dari produser akhirnya mengantarkan personel PAS pada satu keputusan : mereka harus gerilya. 

Berbekal duit hasil pinjaman sebesar Rp.15 juta, PAS dan manajer Samuel Marudut, Bikin rekaman dan menjualnya sendiri mini album 4 Through The Sap (1993). 

Langkah ini bukan tanpa resiko, karena mereka sama sekali nggak bisa membayangkan apakah proyek mimpinya bakal mendapat respons. Setidaknya balik modal. Maklum sebagai grup underground pertama yang menempuh jalur indie, mereka nggak ubahnya meraba dalam gelap. 

Tapi barangkali itulah bayaran yang harus ditebus untuk sebuah mimpi bernama Idealisme. Bahwa akhirnya album ini terjual 5000 biji, tentu itu lebih dari sebagai reaksi pasar atas kreativitas mereka. Pemilik sebuah perusahaan rekaman besar di Jakarta terpesona oleh model musik seperti itu. "Wah musik mereka gila. Itu musik masa depan. Aku mau ambil mereka," Kata Bos itu kalem. Seperti bercanda? Eehh dua bulan kemudian ucapan itu terbukti. 

PAS berpindah tangan dari indie label ke perusahaan major label. Mata para penggemar musik keras menjadi terbuka. Musik keras yang tak ada manis-manisnya ternyata tidak harus melata dipasar sempit indie label. Terbukti pula PAS mampu mempesona sekian ribu penggemar musik alternatif lewat konser-konser mereka yang atraktif. 

Biografi Alm. Ust. Jeffry Al Buchori




Ustadz ganteng ini laris diminta berdakwah. Perjalanan hidup Jeffry Al Buchori sungguh dahsyat. Penuh gejolak dan tikungan tajam. Proses pergulatan yang luar biasa ia alami sampai ia menemukan kehidupan yang tenang dan menenteramkan. Simak kisahnya yang sangat memikat mulai nomor ini.
Sebetulnya aku tidak ingin bercerita banyak tentang masa laluku. Maklum, masa laluku sangat kelam. Namun, setelah kupikir, siapa tahu perjalanan hidupku ini bisa menjadi pelajaran bagi orang lain. Baiklah, aku bersedia membagi pengalaman hidupku pada para pembaca. Insya Allah, ada gunanya.
Aku lahir dengan nama Jeffry Al Buchori Modal pada 12 April 1973 di Jakarta. Waktu aku lahir, keluargaku memang sudah menetap di Jakarta. Aku lahir sebagai anak tengah, maksudku anak ke-3 dari lima bersaudara. Tiga saudara kandungku laki-laki, dan si bungsu adalah perempuan. Layaknya bersaudara, hubungan kami berlima cukup dekat. Sekadar bertengkar, sih, wajar saja. Apalagi, jarak usia kami tidak berjauhan.
Apih (panggilan Jefri untuk ayahnya, Red.), M. Ismail Modal, adalah pria bertubuh tinggi besar asli Ambon, sedangkan Umi, begitu aku biasa memanggil ibu, Tatu Mulyana asli Banten. Apih mendidik kami berlima dengan sangat keras. Tapi, kalau tidak begitu, aku tidak akan merasakan manfaat seperti sekarang. Kalau kami sampai lupa salat atau mengaji, wah, jangan ditanya hukuman yang akan diberikan Apih. Dalam hal agama, Apih dan Umi memang mendidik kami secara ketat.
Namun, sebetulnya Umi adalah seorang ibu yang amat sabar dan lembut dalam menghadapi anak-anaknya. Apih pun orang yang selalu bersikap obyektif. Dia akan membela keluarganya mati-matian bila memang keluarganya yang benar. Sebaliknya dia tidak segan-segan menyalahkan kami bila memang berbuat salah.
Berada di lingkungan keluarga yang taat agama membuatku menyukai pelajaran agama. Sewaktu kelas 5 SD, aku pernah ikut kejuaraan MTQ sampai tingkat provinsi. Selain agama, pelajaran yang juga kusukai adalah kesenian. Entah mengapa, aku suka sekali tampil di depan orang banyak. Oh ya, setelah kenaikan kelas, dari kelas 3 aku langsung melompat ke kelas 5. Jadilah aku sekelas dengan kakakku yang kedua.
BERKEPRIBADIAN GANDA
Lulus SD, Apih memasukkanku dan kedua kakakku ke sebuah pesantren modern di Balaraja, Tangerang. Beliau ingin kami mendalami pelajaran agama. Rupanya tidak semua keinginannya bersambut, semua ini karena kenakalanku.
Orang bilang, anak tengah biasanya agak nakal. Aku tidak tahu ungkapan itu benar atau tidak. Yang jelas hal itu berlaku padaku. Sebagai anak tengah, aku sering membuat orang tua kesal. Di pesantren, aku sering berulah.
Salah satu kenalakanku, di saat yang lain salat, aku diam-diam tidur. Kenakalan lain, kabur dari pesantren untuk main atau nonton di bioskop adalah hal biasa. Sebagai hukumannya, kepalaku sering dibotaki. Tapi, tetap saja aku tak jera.
Tampaknya aku seperti punya kepribadian ganda, ya. Di satu sisi aku nakal, di sisi lain keinginan untuk melantunkan ayat-ayat suci begitu kuat. Tiap ada kegiatan keagamaan, aku selalu terlibat. Bersama kedua kakakku, aku juga pernah membuat drama tanpa naskah berjudul Kembali Ke Jalan Allah yang diperlombakan di pesantren. Ternyata karya kami itu dinilai sebagai drama terbaik se-pesantren.
Bahkan, aku juga juara lomba azan, lomba MTQ, dan qasidah. Akan tetapi, entah kenapa, aku juga tak pernah ketinggalan dalam kenakalan. Tinggal dalam lingkungan pesantren, kelakuan burukku bukannya berkurang, malah makin menjadi. Puncaknya, aku sudah bosan bersekolah di pesantren.
Akhirnya, hanya empat tahun aku di pesantren. Dua tahun sebelum menamatkan pelajaran, aku keluar. Lalu, Apih memasukkanku ke sekolah aliyah (setingkat SMA, Red.). Rupanya keluar dari pesantren tidak membuatku lebih baik. Aku yang mulai beranjak remaja justru jadi makin nakal.
KENAL DUNIA MALAM
Memang, sih, tiap ada acara keagamaan aku tak pernah ketinggalan. Namun, aku juga selalu mau bila ada teman mengajak ke kantin sekolah. Bukan untuk jajan, tapi memakai narkoba! Aku juga sering kabur dan pergi tanpa tujuan yang jelas. Ya, aku seperti burung lepas dari sangkar, terbang tak terkendali.
Masa SMA memang suram bagiku. Masa yang tak pernah lengkap. Maksudnya, aku tak punya teman sebaya. Kenapa? Ya, meski usiaku masih 15 tahun, aku bergaul dengan pemuda berusia 20 tahunan. Pacaran pun dengan yang lebih tua. Di sekolah ini aku hanya bertahan setahun. Pindah ke SMA lain, keseharianku tak jauh berbeda. Malah makin parah.
Dari perkenalan dengan beberapa teman, aku mengenal petualangan baru. Umur 16 tahun, aku mulai kenal dunia malam. Aku masuk sekolah hanya saat ujian. Buatku, yang penting lulus. Aku lebih suka mendatangi diskotek untuk menari. Terus terang, aku memang tertarik pada tarian di diskotek. Tiap ke sana, diam-diam aku selalu mempelajari gerakan orang-orang yang nge-dance. Lalu kutirukan.
Aku jadi seorang penari, bertualang dari satu diskotek ke diskotek lain, tenggelam dalam dunia malam. Saat ada lomba dance, aku mencoba ikut. Usahaku tak sia-sia. Beberapa kali aku berhasil memboyong piala ke rumah sebagai the best dancer. Selain itu, aku juga berhasil jadi penari di Dufan pada tahun 1990, meski hanya selama setahun. Sampai sekarang masih banyak temanku yang jadi penari di sana.
Aku juga pernah jadi foto model, bahkan ikut fashion show di diskotek. Mungkin waktu itu aku merasa sangat cakep, ya. Tapi menurutku, kegiatan-kegiatan itu masih positif, meski terkadang aku suka minum. Dengan segala kebengalanku, tahun 1990 aku berhasil lulus SMA.
MAIN SINETRON
Aku mengalami masa yang menurutku paling dahsyat setelah tamat SMA. Ceritanya salah seorang teman penari, memperkenalkanku pada Aditya Gumai yang saat itu aktif di dunia seni peran. Dari Aditya aku mengenal dunia akting. Waktu itu, kami masih latihan menari di Taman Ismail Marzuki. Saat latihan pindah ke Gedung Pemuda di Senayan, mulailah aku main sinetron. Mulanya aku hanya mengamati para pemain yang sedang syuting, sambil diam-diam belajar.
Aku memang suka mencuri ilmu. Waktu tidur di kos salah satu temanku di dekat kampus Institut Kesenian Jakarta, aku sering mencuri ilmu juga dari para mahasiswa. Kalau mereka sedang kuliah atau praktik, aku sering mengamati mereka.
Nah, ketika para pemain sinetron sedang latihan, terkadang aku menggantikan salah satunya. Ternyata aku ditertawakan. Karena pada dasarnya aku orang yang enggak suka diperlakukan seperti itu, aku malah jadi terpacu. Aku makin giat berlatih akting secara otodidak. Akhirnya, saat yang senior belum juga dapat giliran main, aku sudah mendapat peran. Aku diajak Aditya main sinetron. Waktu dikasting, aku berhasil mendapat peran.
Tahun 1990, aku main sinetron Pendekar Halilintar. Saat itu, sinetron masih dipandang sebelah mata oleh bintang film. Namun, Apih mati-matian menentangku. Kenapa? Rupanya Apih tahu persis seperti apa lingkungan dunia film. Dulu, beliau juga pernah main film action, antara lain Macan Terbang dan Pukulan Berantai. Dari beliaulah aku menuruni darah seni.
Ditentang Apih tak membuat langkahku surut. Mungkin jalan hidupku memang harus begini. Tak satu pun larangan Apih yang mampir ke otakku untuk kujadikan bahan pikiran. Nasihat Apih tak lagi kudengarkan. Tawaran untuk main sinetron yang berdatangan membuatku makin yakin, inilah yang kucari. Aku tak mau menuruti keinginan orang tua karena merasa diriku benar. Akhirnya konflik antara aku dan orang tuaku pecah.
Sebagai bentuk perlawananku pada orang tua, aku tak pernah pulang ke rumah. Tidur berpindah-pindah di rumah teman. Rambut juga kupanjangkan. Aku seperti tak punya orang tua. Bahkan, tak pernah terlintas dalam benakku bahwa suatu hari mereka akan pulang ke haribaan. Yang kupikirkan hanya kesenangan dan egoku semata.
Pada saat bersamaan, karierku di dunia seni peran terus melaju. Aku semakin mendapatkan keasyikan. Setelah itu, aku mendapat peran dalam sinetron drama Sayap Patah yang juga dibintangi Dien Novita, Ratu Tria, dan almarhum WD Mochtar.
Aku semakin merasa pilihanku tak salah setelah dinobatkan sebagai Pemeran Pria Terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI tahun 1991. Aku bangga bukan main, karena merasa menang dari orang tua. Kesombonganku makin menjadi. Aku makin merasa inilah yang terbaik buatku, ketimbang pilihan orangtuaku.
***
“DI KABAH, KUMINTA AMPUNAN ALLAH”
Tawaran main sinetron berdatangan menghampiri Jeffry. Seiring dengan itu, ia makin tenggelam dalam dunianya yang kelam.
Sejak kenal sinetron, aku makin menyukai dunia akting. Aku tak peduli meski Apih menentangku. Namun, belakangan aku paham, di balik etidaksetujuannya, sebetulnya orang menyimpan rasa bangga. Orang tua cerita, mereka sedang ke Tanah Suci membawa rombongan ibadah haji saat sinetron Sayap Patah yang kumainkan ditayangkan.
Ternyata, mereka nonton sinetronku. Komentar mereka membanggakanku. Mereka mengakui, ternyata aku bisa berprestasi. Setelah itu, aku mendapat berbagai tawaran main, antara lain sinetron Sebening Kasih, Opera Tiga Jaman, dan Kerinduan. Selain namaku makin mencuat, rezeki juga terus mengalir.
Namun, aku malah jadi lupa diri. Ketenaran tidak penting buatku. Yang penting menikmati hidup. Dunia malam terus kugeluti. Kalau ke diskotek, aku tak lupa mengonsumsi narkoba. Bahkan, untuk urusan yang satu ini, aku bisa dibilang tamak. Biasanya, aku meminum satu pil dulu. Kalau kurasa belum “on”, kuminum satu lagi. Begitu seterusnya.
Akhirnya, aku jadi sangat mabuk. Pandanganku pun jadi kabur. Mau melihat arloji di tangan saja, aku harus mendekatkannya ke wajahku, sambil menggoyang-goyangkan kepala dan membelalakkan mata supaya bisa melihat dengan lebih jelas. Parah, ya? Begitulah kebandelanku terus berlangsung.
KECANDUAN KIAN PARAH
Suatu hari di tahun 1992, Apih meninggal karena sakit. Aku menyesal bukan main karena selama ini selalu mengabaikan nasihat Apih. Menjelang kepergiannya, aku berdiri di samping tempat tidurnya di rumah sakit sambil menangis. Melihatku seperti itu, Apih mengatakan, laki-laki tak boleh menangis. Laki-laki pantang keluar air mata. Bayangkan, bahkan di saat-saat terakhirnya pun Apih tetap menunjukkan sikapnya yang penuh kasih padaku yang durhaka ini.
Sore itu aku dimintanya pulang ke rumah dan beliau memberiku ongkos. Aku menurut. Begitu aku pulang, Allah mengambilnya. Aku syok berat. Saat Apih dimakamkan, aku turun ke liang lahat dan memeluk jasadnya. Aku tak mau beranjak meski makam akan ditutup. Aku tak mau melepas kepergiannya. Aku menyesali perbuatanku. Selama Apih masih hidup, aku tak pernah mau mendengarkan ucapannya.
Sejak itu, Umi membesarkan kami berlima. Hidupku terus berjalan. Bukan ke arah yang baik, namun aku kembali ke masa seperti dulu. Penyesalan yang sebelumnya begitu menghantuiku karena ditinggal Apih, seolah lenyap. Kebandelanku bahkan makin menjadi sepeninggal Apih. Kesombonganku juga lebih besar dari sebelumnya karena merasa berprestasi dan punya uang banyak. Tak seorang pun kudengarkan lagi nasihatnya.
Ketika temanku menasihati, aku mencibir. Siapa dia sampai aku harus mendengarkan ucapannya? Ucapan orang tua saja tak kugubris. Aku tenggelam dalam duniaku sendiri dan jadi pecandu narkoba. Waktu itu, aku beralasan karena ada masalah di rumah. Padahal, sebetulnya alasan apa pun, termasuk broken home atau teman, tidak bisa dijadikan alasan. Diri sendirilah alasannya, karena bagaimana pun, kita lah yang menentukan semua yang terjadi pada diri kita.
Jadi, tidak perlu membawa-bawa orang lain atau keadaan. Namun, kesadaran seperti ini mana mungkin muncul pada diriku yang waktu itu sangat arogan? Aku makin jauh dari Tuhan. Padahal, sebelah rumahku ada masjid. Ketika orang berpuasa di bulan Ramadan pun, aku tetap melakukan kemaksiatan. Lalu, saat Lebaran tiba dan orang-orang sibuk bertakbir, aku malah sibuk mencari celah waktu dan tempat di mana aku bisa berbuat maksiat.
Semua ilmu agama yang pernah kupelajari dan kemampuan membaca Quran seperti hilang. Akal sehatku seperti hilang. Kecanduanku pada narkoba juga makin parah, bahkan sampai mengalami over dosis dan aku hampir mati. Kejahatan demi kejahatan moral terus kulakukan.
NAMA DICORET
Tak perlu aku menceritakan detail tentang kejahatan yang kulakukan. Yang jelas, suatu hari aku merasa menderita karena ketakutan setelah melakukan sebuah perbuatan. Aku benar-benar ketakutan! Aku jadi gampang curiga pada siapa saja. Aku selalu berburuk sangka pada apa pun. Kesombonganku pada uang dan prestasi lenyap digantikan ketakutan. Yang kulakukan setiap hari adalah berdiam diri di kamar, dengan selalu berpikiran bahwa setiap orang yang datang akan membunuhku. Aku sibuk mengintip dari bawah pintu, siapa tahu ada orang datang untuk membunuhku.
Telingaku jadi sangat sensitif. Aku sering merasa mendengar ada orang sedang berjalan di atap rumah ingin membunuhku. Aku tersiksa selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Orang-orang mengatakan, aku sudah gila.
Pada saat bersamaan, kecanduanku pada narkoba membuatku termasuk dalam daftar hitam dunia sinetron. Namaku dicoret. Tak ada lagi yang mau memakaiku sebagai pemain. Selain itu, cewek-cewek yang ada di dekatku juga menjauh. Dulu aku termasuk playboy.
Di saat aku sendiri, ada Umi yang selama ini sudah sangat sering kusakiti hatinya. Umi tetap menyayangiku dengan cintanya yang besar. Seburuk apa pun orang berkomentar tentang aku, hati Umi tetap baik dan sabar. Air matanya tak pernah kering untuk mendoakan anak-anaknya, terutama aku agar berubah jadi lebih baik.
Doa tulus Umi dikabulkan Allah. Sungguh luar biasa, Allah menunjukkan kebaikan-Nya padaku. Allah memberiku kesempatan untuk bertobat. Kesadaran ini muncul lewat suatu proses yang begitu mencekamku.
DIAJAK UMI UMRAH
Sungguh, aku merasa sangat ketakutan ketika suatu hari bermimpi melihat jasadku sendiri dalam kain kafan. Antara sadar dan tidak, aku terpana sambil bertanya pada diri sendiri. Benarkah itu jasadku? Aku juga disiksa habis-habisan. Begitulah, setiap tidur aku selalu bermimpi kejadian yang menyeramkan. Dalam tidur, yang kudapat hanya penderitaan. Aku jadi takut tidur. Aku takut mimpi-mimpi itu datang lagi.
Aku juga jadi takut mati. Padahal dulu aku sempat menantang maut. Meminta mati datang karena aku tak sanggup lagi bertahan saat ada masalah dengan seorang cewek. Sebetulnya sepele, kan? Tapi masalah itu kuberat-beratkan sendiri. Rasa takut mati itulah yang akhirnya membuatku sadar bahwa ada yang tidak meninggalkanku dalam keadaan seperti ini, yaitu Allah.
Aku teringat kembali pada-Nya dan menyesali semua perbuatanku selama ini. Pelan-pelan, keadaanku membaik. Kesadaran-kesadaran itu datang kembali. Aku menemui Umi, bersimpuh meminta maaf atas semua dosa yang kulakukan. Umi memang luar biasa. Betapa pun sudah kukecewakan demikian rupa, beliau tetap menyayangi dan memaafkanku. Umi lalu mengajakku berumrah.
Dengan kondisiku yang masih labil dan rapuh, kami berangkat ke Tanah Suci. Kali ini aku berniat sembuh dan kembali ke jalan Allah. Di sana, aku mengalami beberapa peristiwa yang membuatku sadar pada dosa-dosaku sebelumnya. Usai salat Jumat di Madinah, Umi mengajakku ke Raudhoh. Aku tak tahu apa itu Raudhoh, tapi kuikuti saja. Umi terus meminta ampunan pada Allah.
Aku lalu keluar, berjalan menuju makam Nabi Muhammad. Aku bersalawat. Begitu keluar dari pintu masjid, rasanya seperti ada yang menarikku. Aku mencoba berjalan sekuat tenaga, tapi tak bisa. Kekuatan itu rasanya sangat besar. Aku lalu bersandar pada tembok. Air mataku yang dulu tak pernah keluar, kini mengalir deras. Aku menyesali dosa-dosaku, dan berjanji tak akan melakukan lagi semua itu.
Bagai sebuah film yang sedang diputar, semua dosa yang pernah kulakukan terbayang jelas di pelupuk mataku silih berganti, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Tiba-tiba dari mulutku keluar kalimat permintaan ampunan pada Allah. Di Mekkah, di hadapan Kabah, aku merapatkan badan pada dindingnya.
Aku bersandar, menengadahkan tangan memohon ampun karena terlalu banyak dosa yang kulakukan. Seandainya sepulang dari Tanah Suci ini melakukan dosa lagi, aku minta pada Allah untuk mencabut saja nyawaku. Namun, seandainya punya manfaat untuk orang lain, aku minta disembuhkan. Aku yang dulu angkuh, sekarang tak berdaya. Setelah pulang beribadah, aku membaik. Aku mencoba bertahan dalam kondisi bertobat itu, tapi ternyata sulit luar biasa.
*****
BIDADARI CANTIK JADI PEMBANGKIT HIDUP
Setelah berkali-kali jatuh-bangun, akhirnya Jeffry kembali dekat pada agama. Kasih sayang kekasih yang akhirnya menjadi istri ikut menjadi pembangkit semangatnya. Perjuangannya menjadi ustaz cukup berat sampai akhirnya ia sukses jadi penceramah. Sepulang umrah, aku mencoba hidup lurus. Namun, lagi-lagi aku tergoda. Suatu malam, aku dan teman-teman berencana nonton jazz di Ancol. Aku memperingatkan mereka untuk tidak bawa narkoba, karena
kami sudah sepakat untuk berhenti memakai. Ternyata, salah satu temanku masih saja membawa cimeng. Apesnya, kami dirazia polisi di depan Hailai.
Teman-temanku yang lain kabur. Tinggallah aku, temanku yang membawa cimeng, dan satu teman lain. Aku sulit kabur karena mobil yang kami pakai adalah mobilku. Akhirnya kami bertiga dibawa ke kantor polisi dan ditahan. Aku dilepas karena tak terbukti membawa. Kucoba telepon Umi untuk menjelaskan masalah ini, tapi Umi tak mau menerima teleponku.
Si penerima telepon malah diminta Umi untuk mengatakan, beliau tak anak bernama Jeffry. Hatiku tercabik-cabik. Pedih rasanya tak diakui sebagai anak oleh Umi. Kuakui, pastilah hati Umi sudah sedemikian sakitnya. Bayangkan, aku yang sebelumnya sudah mengaku bertobat, malah kembali memilih jalan yang salah. Meski aku sudah bersumpah demi Tuhan tidak memakai narkoba lagi, Umi tak percaya lagi. Itulah puncak kemarahan Umi Sungguh bersyukur, Allah masih berkenan menolongku. Datang seorang gadis cantik dalam hidupku. Ia mau menerimaku apa adanya. Sebelumnya, banyak gadis meninggalkanku sehingga aku merasa sebatang kara dalam cinta. Gadis bernama Pipik Dian Irawati ini seorang model sampul sebuah majalah remaja tahun 1995, asal Semarang.
CUEK SAAT PACARAN
(Berikut ini adalah penuturan Pipik: Aku pertama kali melihatnya sedang makan nasi goreng di Menteng sekitar tahun 1996 – 1997. Rambutnya gondrong. Waktu itu, aku bersama Gugun Gondrong. Setahuku, Jeffry adalah pemain sinetron Kerinduan, karena aku mengikuti ceritanya. Aku ingin berkenalan dengannya, tapi Gugun melarangku.
Tak tahunya, waktu buka puasa bersama di rumah Pontjo Sutowo, aku bertemu lagi dengannya. Rambutnya sudah dipotong pendek. Aku nekat berkenalan. Kami mulai dekat dan saling menelepon. Aku enggak tahu kapan kami resmi pacaran, karena enggak pernah “jadian”. Dia juga tak pernah menyatakan cinta. Waktu pacaran, dia cuek setengah mati.
Awalnya, semangatnya boleh juga. Pertama kami pergi bareng, dia datang ke rumah di Kebon Jeruk, di tengah hujan deras dari rumahnya di Mangga Dua. Jeffry naik taksi dengan memakai jins dan sepatu bot. Ia yang hanya bawa uang Rp 50 ribu, mengajakku nonton di Mal Taman Anggrek. Di dalam bioskop, kami seperti nonton sendiri-sendiri. Dia diam saja selama nonton.
Sejak itu, kami sering jalan bareng, karena kami memang hobi nonton dan makan. Semakin dekat dengannya, aku makin tahu ternyata dia pemakai narkoba kelas berat. Teman-temanku mulai bertanya, mengapa aku mau berpacaran dengannya. Aku sendiri tak tahu persis alasannya. Mungkin rasa sayang yang sudah terlanjur muncul dalam hati yang membuatku mau bertahan. Hatiku terenyuh dan tak mau meninggalkan dia sendiri.
Tentu saja keluargaku tak ada yang tahu, karena sengaja kusembunyikan. Mungkin mereka baru tahu sekarang, setelah membaca kisah hidupnya di berbagai media. Sementara itu, aku sibuk tur keluar kota sebagai model, sehingga kami sering tak ketemu. Akhirnya kami putus. Waktu akhirnya ketemu lagi, ternyata dia sudah punya pacar lagi. Karena masih sayang, aku sering membawakannya hadiah dan memberi perhatian. Setelah Jeffry putus dari pacarnya, kami kembali bersatu.)
JUALAN KUE
Pipik sangat berarti buatku. Dia mengerti, peduli dan perhatian padaku. Padahal, aku sempat hampir menikah dengan orang lain. Ternyata Allah sayang padaku. Allah menunjukkan, wanita yang nyaris kunikahi itu bukan untukku. Pipik bagai bidadari yang datang dengan cinta yang besar. Ia memberi keyakinan, menikah dengannya akan membawa perubahan besar dalam hidupku.
Aku mendatangi Umi dan minta izin untuk menikah. Luar biasa, Umi tetap menerimaku dengan segala kasih sayangnya. Sambil menangis, Umi mengizinkanku menikah. Aku sendiri terbilang nekat. Sebab, waktu itu aku tak punya-apa. Badan pun kurus kering, dengan mata belok, dan penyakit paranoid yang kuderita tak kunjung sembuh. Bahkan, pekerjaan pun aku tak punya.
Untuk menghindari maksiat, kami menikah di bawah tangan pada tahun 1999. Teman-temanku yang sekarang sudah meninggal karena over dosis, sempat menghadiri pernikahanku. Setelah itu, kami tinggal di rumah Umi. Sekitar 4 – 5 bulan setelah itu, kami menikah secara resmi di Semarang.
Namun, menikah rupanya tak cukup menghentikan kebandelanku. Istriku pun merasakan getahnya. Aku pernah memakai narkoba di depannya, dan menggunakan uangnya untuk membeli barang haram tersebut.
Kesulitan lain, aku dan Pipik sama-sama menganggur. Pernah kami mencoba berdagang kue. Malam hari kami menggoreng kacang, esok paginya bikin kue isi kacang dan susu. Lalu kami titipkan ke toko kue.
Tapi mungkin rezeki kami bukan di situ. Kue yang kami buat hanya laku beberapa buah. Dalam sehari kami hanya membawa pulang Rp 200 – 300. Akhirnya kami berhenti berjualan kue. Kehidupan kami selanjutnya kami jalani dengan penuh perjuangan sekaligus kesabaran.
MAKAN SEPIRING BERDUA
(Kesetiaan Pipik begitu luar biasa. Simak penuturannya berikut ini. Perasaan sayang yang sangat kuat membuatku mantap menikah dengannya. Aku tak peduli lagi meski dia pecandu, bahkan pernah mengalami over dosis dan hampir gila karena paranoidnya. Aku banyak mengalami hal-hal luar biasa dengannya. Kalau tidak sabar, mungkin aku sudah tidak bersamanya lagi.
Awal menikah, kami tinggal di rumah Umi. Meski hidup seadanya, beliaulah yang membiayai hidup kami. Aku dan Jeffry tak jarang makan sepiring berdua, karena memang benar-benar tak ada yang bisa dimakan. Berat rasanya jadi istri dari suami penganggur, apalagi setelah menikah aku tidak lagi bekerja.
Tapi aku yakin, Allah tidak mungkin memberikan cobaan pada umat-Nya melebihi kemampuannya. Aku yakin, pasti ada sesuatu yang akan diberikan Allah padaku. Beruntung, Umi sangat sayang padaku.
Aku sendiri tak jera memberi masukan padanya untuk mengubah hidup. Kami sama-sama saling belajar menerima kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Pelan-pelan, hidupnya mulai berubah menjadi lebih baik, terutama setelah aku hamil. Mungkin dia sendiri sudah capek dengan kehidupannya yang seperti itu.)
HIDUP DI JALAN ALLAH
Pelan-pelan, aku kembali dekat pada agama. Perubahan besar terjadi dalam hidupku pada tahun 2000. Kala itu, Fathul Hayat, kakak keduaku yang setengah tahun silam meninggal karena kanker otak, memintaku menggantikannya memberi khotbah Jumat di Mangga Dua. Pada waktu bersamaan, dia diminta menjadi imam besar di Singapura.
Fathul memang seorang pendakwah. Selama dia di Singapura, semua jadwal ceramahnya diberikan padaku. Pertama kali ceramah, aku mendapat honor Rp 35 ribu. Uang dalam amplop itu kuserahkan pada Pipik. Kukatakan padanya, ini uang halal pertama yang bisa kuberikan padanya. Kami berpelukan sambil bertangisan.
Selanjutnya, kakakku memintaku untuk mulai menjadi ustaz. Inilah jalan hidup yang kemudian kupilih. Betapa indah hidup di jalan Allah. Aku mulai berceramah dan diundang ke acara seminar narkoba di berbagai tempat. Namun, perjuanganku tak semudah membalik telapak tangan. Tak semua orang mau mendengarkan ceramahku karena aku mantan pemakai narkoba. Tapi aku mencoba sabar.
Alhamdulillah, makin lama ceramahku makin bisa diterima banyak orang. Bahkan sekarang, aku banyak diundang untuk ceramah di mana-mana, termasuk di luar kota dan stasiun teve. Aku bersyukur bisa diterima semua kalangan. Aku pun ingin berdakwah untuk siapa saja. Aku ingin punya majelis taklim yang jemaahnya waria. Mereka, kan, juga punya hak untuk mendapatkan dakwah.
Kebahagiaan kami bertambah ketika tahun 2000 itu, lahir anak pertama kami, Adiba Kanza Az-Zahra. Dua tahun kemudian, anak kedua Mohammad Abidzan Algifari juga hadir di tengah kami. Mereka, juga istriku, adalah inspirasi dan kekuatan dakwahku. Kehidupan kami makin lengkap rasanya.
Sampai sekarang, aku masih terus berproses berusaha menjadi orang yang lebih baik. Semoga, kisahku ini bisa jadi bahan pertimbangan yang baik untuk menjalani hidup. Pesanku, cintailah Tuhan dan orangtuamu, serta pilihlah teman yang baik.

Freemake Video Converter

Saat ini tersedia banyak pilihan software gratis untuk konversi berbagai format video (Video Converter). Salah satu software gratis yang cukup menarik adalah Freemake Video Converter. Software gratis ini tampil dengan antarmuka yang sederhana sehingga memudahkan penggunaan, mendukung banyak input dan output, serta dilengkapi dengan berbagai fitur tambahan.
Freemake Video Converter merupakan software gratis 100% tanpa adanya limitasi atau pembatasan alias Freeware. Selain untuk konversi video ke video, software ini juga bisa kita gunakan untuk konversi video ke audio, gambar menjadi video dan berbagai hal menarik lainnya. Selengkapnya, berikut beberapa fitur yang bisa didapatkan :
  • Mendukung input lebih dari 200 format, baik video, audio maupun gambar (images). Seperti misalnya : AVI, MP4, MKV, WMV, MPG, 3GP, 3G2, SWF, FLV, TOD, AVCHD, MOV, DV, RM, QT, TS, MTS (video) MP3, AAC, WMA, WAV (Audio) JPG, BMP, PNG,GIF (gambar)
  • Mendukung berbagai Output atau keluaran, seperti AVI, WMV, MP4, MKV, FLV, SWF, 3GP dan juga MP3
  • Konversi lebih dari 50 situs video online (streaming) dengan hanya memasukkan URL video tersebut, seperti dari YouTube, Facebook, Vimeo, Dailymotion dan lainnya.
  • Konversi video untuk berbagai media seperti : Apple, Sony dan Android.
  • Konversi video lebih cepat dengan adanya fitur CUDA dan juga DXVA (untuk pengguna hardware komputer tertentu)
  • Konversi ke Blu-ray video
  • Bisa menambahkan subtitle (SSA, SRT atau ASS) untuk input video DVD, MKV dan MOV
  • Terintegrasi fitur Audio editor seperti Cut, Join, Rotasi, Limit ukuran, dan menyesuaikan aspek rasio tampilan video.
  • Tersedia berbagai pilihan hasil konversi, termasuk untuk membuat setting sendiri.
  • Mengubah Foto menjadi slideshow (video) termasuk bisa menambahkan audio.
Dibanding beberapa video converter lain yang pernah saya coba sebelumnya, memang Freemake video converter terasa lebih mudah penggunaannya, tampilan yang sejuk (soft) dengan tetap memberikan berbagai setting/opsi video dan audio yang bisa kita atur sendiri.
Penggunaannya cukup mudah, kita tinggal menambahkan video, audio, dvd atau foto, kemudian tinggal pilih salah satu icon di bagian bawah sesuai dengan format output atau keluaran yang ingin kita dapatkan. Selanjutnya akan muncul beberapa opsi konversi video yang bisa kita pilih atau kita set sendiri.
Yang perlu dicatat, untuk dapat menggunakan software ini, diperlukan .Net Framework 4.0 Client Profile. Jika di komputer belum ada .Net Framework 4.0 ini, ketika menginstall Freemake Video Converter, akan di download data yang diperlukan dari internet, sehingga proses installasi bisa memerlukan waktu cukup lama. Untuk lebih mudah dan install tanpa perlu koneksi internet (offline), kita bisa download manual .Net Framework 4.0 Client Profile : dotNetFx40_Client_x86_x64.exe ( 41 MB). Setelah itu install dotNet ini terlebih dahulu, baru kemudian install Freemake Video Converter.
Download FreemakeVideoConverter.exe (15 MB – Untuk Windows XP/Vista/7 -)
Alternatif link download : Freemake di FileHippo